Cara Bisnis Bordir Sukses OMZET RATUSAN JUTA!

Bisnis bordir agar cepat sukses dan menghasilkan omset penjualan hingga ratusan juta perbulannya memelukan cara bisnis dan tips bisnis yang brilian serta tepat sasaran.

bordir plus gerai mall Ambassador

Bordir Plus gerai mall Ambassador

Nah, bagaimana cara menaikkan angka penjualan pada bisnis konveksi bordir, disamping menawarkan harga bordir murah dan berkualitas…?!? Simak tutorial cara bisnis bordir berikut ini…

Saat kuliah dan bekerja sebagai staf Administrasi dan Keuangan Garuda, Dony BordirPlus juga sempat nyambi menjadi pemasok Koperasi Garuda. “Saat bekerja sebagai staf administrasi dan keuangan di Garuda Indonesia, saya melihat banyak orang memerlukan kaos. Saya kan sudah tahu tempat membuat kaus dan hitung-hitungannya, maka saya bisniskan saja. Penghasilannya lumayan buat bayar kuliah,” tuturnya mengenang. Barang-barang yang disuplainya ke Koperasi Garuda kemudian merembet ke topi, payung, dan sarana promosi lainnya.

Cara Bisnis Bordir PLUS

Cara Bisnis Bordir PLUS

Setelah 7 tahun mengabdi, Dony akhirnya hengkang dari Garuda tahun 1994 untuk melanjutkan S-2 di Universitas Lincoln, San Francisco, bersama istrinya. Cuma, ketika kembali ke Tanah Air tahun 1997, pria yang sempat bekerja di Borobudur Restaurant, San Francisco ini tak punya minat untuk bekerja di perusahaan orang lain. Sebenarnya, menurut Dony, awalnya dia sempat melamar ke berbagai perusahaan dan beberapa bulan sempat pula bekerja di perusahaan asuransi.

Toh, dia tak betah dan memilih untuk menekuni bisnis bordir. Klien utamanya adalah Garuda Indonesi Airways. Nampaknya peruntungan Dony memang di situ. Buktinya 6 bulan kemudian, Dony sudah bisa mengontrak tempat sendiri di Mal Kelapa Gading. Bendera yang diusungnya adalah Glory Promotion.

Di Kelapa Gading, Glory Promotion makin berkibar. Tak heranlah, pada Agustus 1998, ketika krisis moneter sedang ganas-ganasnya, Dony membuka gerai kedua di Mega Mall Pluit dan terus berkembang, sehingga tahun 2000 jumlah gerai Glory Promotion mencapai 12 (10 di Jakarta, satu di Bekasi dan satu di Tangerang). Namun, Dony tak merasa puas. Setelah melawat ke Jepang, dia berencana mengembangkan usaha bordirnya menjadi bordir plus dengan komputerisasi. “Saya berpikir suatu saat usaha bordir ini pasti komputerisasi. Saya melihat di Amerika, Jepang dan Australia, memang sudah komputerisasi,” paparnya.

Rencana tersebut diwujudkan Dony sepulang dari Jepang. Dengan dana Rp 70 juta hasil jual rumah, dia mengimpor mesin bordir pertamanya dari Korea. “Harga mesin bordirnya sih lebih dari Rp 70 juta, sisanya saya pinjam sana-sini lah,” ujarnya sambil tersenyum.

Begitulah, BordirPlus kemudian membuka gerainya yang pertama di Plaza Atrium, Senen. Lalu merambah ke Citraland, Karawaci, Puri Indah, Blok M, Mal Lippo Cikarang, Mal Ambassador, Mega Mall Pluit, dan tempat lainnya. Di sisi lain, usaha bordir manualnya ditutup satu per satu. Bahkan gerai Glory Promotion yang di Mega Mall Pluit bermetamorfose menjadi BordirPlus. Tak berhenti sampai di situ. Tahun 2005 Dony menawarkan peluang kepada yang berminat untuk ikut mengembangkan cara bisnis bordir BordirPlus lewat pola yang disebutnya business opportunity (BO).

Untuk bisa ikut program BO, peminat minimum memiliki modal Rp 250-350 juta. “Sistem BO adalah beli putus. Yang penting orang lain meng-copy usaha saya, saya ajari, selesai. Selebihnya mereka bisa berjalan dan mengembangkannya sendiri,” Dony menjelaskan. Menurut dia, sistem ini lebih simpel ketimbang waralaba (franchise) dari sisi aspek hukum. Melalui BO, investor tidak dibebani fee, baik fee royalti maupun fee waralaba.

Ada dua paket murah mesin bordir komputer yang ditawarkan Dony BordirPlus. Pertama, konter, yang investasinya Rp 250-350 juta. Kedua, paket komplet meliputi mesin bordir single head, komputer, scanner, dan pelatihan karyawan. Untuk yang kedua itu BordirPlus menarik fee konsultasi dan biaya promosi 3%-5% total investasi. “Setiap pembelian paket ini dijamin pegawainya bisa mengoperasionalkan mesin,” ujarnya setengah berpromosi.

Dony memperkirakan break even point akan tercapai dalam 20 bulan. Soal pasokan, lanjutnya, pembeli BO tak perlu khawatir. “Bila barang dagangannya sudah habis, mereka akan mengorder kembali dari BordirPlus. Ini kami sebut repeat order yang sifatnya kontinyu dan telah dituangkan dalam MoU,” ia menguraikan. “Kesepakatan bisnis yang terjalin dalam BO dapat diakhiri jika kedua pihak setuju untuk mengakhirinya,” tambah Dony.

Cara menjual business opportunity (BO), Dony menggunakan iklan di media massa dan melalui ajang pameran bisnis, antara lain di Bandung Expo dan di Jogja Expo pada 1- 4 September lalu. “Melalui pameran di Yogya sudah ada yang menyatakan tertarik, antara lain investor dari Solo, Riau dan Yogya. Mereka sudah berkomitmen, tinggal follow up-nya saja,” kata Dony. “Target kami kalau bisa di setiap provinsi ada dua atau tiga outlet BordirPlus,” ia berujar.

Sejak Maret 2005, sambungnya, sudah berdiri satu gerai BordirPlus lewat pola BO di Makassar dengan bendera Speed Zero, tempatnya di Mal Ratu Indah, lantai tiga. Gerai ini, menurut sang investor Andy, sejak berdiri beromset sekitar Rp 40 juta/bulan. Dony sendiri tidak membuka peluang serupa di Jakarta. “Untuk Jakarta, sengaja saya tutup pintu bagi investor. Saya memang berambisi menguasai wilayah Jakarta,” katanya.

Mengapa di luar Jakarta tidak dipegang sendiri sekalian? “Bisnis ini harus dikontrol dengan baik oleh pemilik, dan sentuhan langsung ke SDM berupa bimbingan dan motivasi. Kalau saya buka di luar Jakarta kan saya susah membimbingnya,” jawab Dony.

BordirPlus menyediakan berbagai macam barang bordiran, antara lain: bordir topi, T-shirt, kemeja, polo shirt, jaket, celana, tas, pin, asbak, badge, dan barang promosi lainnya. Harga barang promosi yang ditawarkan di kisaran Rp 5-150 ribu/buah. Perusahaan ini melayani order partai kecil sampai partai besar dengan segmen beraneka ragam, mulai dari perorangan, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, partai politik, perusahaan/badan usaha kecil hingga perusahaan besar.

Disebutkan Dony, pemilu kemarin dia mendapat rezeki nomplok. “Pesanan kaus kampanye hingga puluhan ribu masuk ke kantor pusat,” ucapnya. “Sejauh ini kebanyakan klien BordirPlus cukup puas dengan produk bordirannya, dan tidak jarang melakukan pesanan ulang setiap tahun. Itu tentunya di luar barang-barang ready stock yang dijual setiap hari di outlet BordirPlus,” Dony. Di antara sekian banyak gerai BordirPlus, gerai di Plaza Atrium adalah yang paling laris, outlet BordirPlus omsetnya Rp 50-60 juta per bulan.

Dalam mengelola bisnisnya, ayah dua anak ini dibantu seorang asisten yang ditempatkan di setiap cabang. Pendapatan gerai dimonitor setiap hari melalui lembar laporan keuangan yang diserahkan asisten kepada Dony di kantor pusat BordirPlus di Ruko Atrium Senen. Sementara pasokan bahan bakunya, Dony mengandalkan produk lokal. Bahan kain misalnya diambil dari pusat grosir Tanah Abang dan Bandung.

BordirPlus juga menjalin kerja sama dengan beberapa mitra usaha untuk mengerjakan order dalam jumlah besar. “Misalnya ada order 1.000 topi dalam waktu singkat, kami hanya mampu mengerjakan 300. Maka sisanya dibagi-bagikan ke mitra usaha,” ia menerangkan. Saat ini mitra usaha Dony terdapat di Cikarang, Cikampek, Tangerang, Jakarta dan Bandung.

Presdir perusahaan bordir dengan 40 karyawan ini berencana pula masuk ke bisnis rekaman. Saat ini studio rekamannya sedang dalam tahap penyelesaian. Pria yang punya hobi menyanyi ini juga punya rencana yang lain, yakni membangun arena outbound di daerah Anyer di atas lahan seluas 2 hektare. Bisnis lain yang siap dimasukinya adalah pariwisata dan pertanian.

Demikian cara bisnis bordir ala BordirPlus, sehingga bisa mencapai omset penjualan ratusan juta perbulannya! Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin memulai bisnis konveksi dengan menggunakan mesin bordir komputer super cepat!


Sumber:
Majalah SWA


Save

Save

Save

Related Post:

Tagged bisnis bordir, bisnis konveksi, bordir, bordirplus, business opportunity, cara bisnis, cara bisnis bordir, cara bisnis konveksi, harga mesin bordir komputer, jual mesin bordir komputer, mesin bordir komputer, omset, omset penjualan, omzet, tips bisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter Captcha Here : *

Reload Image